Konsep Adil dalam Keluarga Poligami Islam

Konsep Adil dalam Keluarga Poligami Islam

Anda sebagai suami bisa adil terhadap istri-istri anda…?
Demikian kata-kata yang sering dimuntahkan kepada saya…
Mursyidku memahamkan aku, semoga jadi kefahaman kita bersama…

Apa yg kamu faham tentang adil…?.

Apakah membagi sama banyak…?, sama jumlah …?

Adil di sudut material…? kebendaan…?harta,… perhiasan,…rumah & perabotan…?
perhatian & layanan lahiriyah…?
Oooh kalau begitu Nabi Ibrahim tidak adil…?
Rasulullah zalim…?

Maha Suci Allah dari menjadikan kekasih-kekasihNya jadi org zalim.
Para Nabi & Rasul-Nya adalah manusia-manusa pilihan
yg Allah pelihara mereka. Merekalah orang yang paling adil.
mengapa…?

Karena mereka berjaya, berhasil membawa istri-istri mereka,
anak-anak mereka pada keadilan yang agung. Yaitu mengenalkan Allah,
sehingga istri-istri & anak-anak mereka sangat mencintai Allah, rindu & takut kepada-Nya
mampu ridho, sabar, tawakkal, berakhlak tinggi lagi agung
mencintai akhirat, menjadikan dunia hanya tunggangan.
mereka menjauhi glamor sebaliknya mencintai zuhud.
di tangan mereka lahir generasi-generasi tangguh yang sholeh & sholehah.
inilah hasil suami telah memberi keadilan hakiki pada keluarganya.
Suami yang adil itu:
1. Mengenalkan Super Adil yaitu Allah, Pemilik segala yang ada, Dia lah Wajibul Wujud,  sampai ke tahap istri & anak-anak sangat cinta & takut pada-Nya
2. Mengenalkan Rasul SAW, sampai ketahap cinta & rindu pdnya, ahlul bait & para sahabatnya
3. Mengenalkan, mengajarkan, sehingga mengagungkan, mencintai & mengamalkan serta memperjuangkan syari’at
4. Membawa istri-istri & anak-anak cinta & sayang serta hormat pd Orang Tua/mertua
5. Membawa seisi keluarga hormat & menghargai guru-guru,
6. Mendidik seisi keluarga berahlak yg mulia, sehingga pandai syukur, ridho, sabar, tawadlu’ & semua sifat-sifat mahmudah
7. Mendidik seisi keluarga agar mereka meninggalkan sifat-sifat jahat seperti sombong, ego, riya’,ujub, hasad dengki & sifat-sifat mazmumah lainnya
8. Artinya adil secara isthilah, menempatkan sesuatu pd tempatnya, mendahulukan yg utama, mengkemudian yg kurang utama.
9. Itulah secara garis besar susunan keadilan yg asas.
10. Di atas ini semualah baru dibuat yg termampu dlm hal & sudut-sudut lahiriyah.
11. Seandainya perkara material & lahiriyah ala kadarpun sudah cukup menjadikan RT terkendali, terkontrol, terpimpin apalagi kalau serba mencukupi yg tdk bermewah-mewah.
12. Kalau asas-asas itu tidak ada…? sekalipun seorang suami mampu memberi pd keluarganya rumah & perabotan, pakian, perhiasan & kemewahan, harta melimpah, makanan lezat, kenderaan bertukar ganti, maka suami ini belum tentu adil, bahkan  suami ini  ZAALIM, bhkn SUPER ZAALIM
Mengapa ?  karena bila diri tidak kenal Allah, ditambah semua keluarga tidak kenal Allah, sehingga suami /ayah lebih dicintai dari pd Allah maka seisi keluarga ini jatuh
pada syirik, tidak kenal Allah artinya syiirik,: “innas syirka lazhulmun ‘azhiim…”.
Nah anak-anaku kata mursyidku yg kufaham, kalau keadilan ini kamu blm mampu tegakkan jelas kamu telah melakukan kezaliman yg besar,
sekalipun kamu hanya punya satu istri, mengapa hanya keluarga poligami yg diserang takut tidak adil…?
yg monogami itu bila tidak memberi Tuhan di hati istri & anak-anaknya, Bukankah itu zalim…?
coba engkau kunjungi Pengadilan Agama…! kasus cerai kebanyakan karena poligami atau monogami…?
bukankah semua karena tidak ada Tuhan di hati bukan…? sehingga suami /istri sanggup selingkuh, curang pd masing-masing pasangan kan…?
Kalau para istri2 juga anak-anak yang banyak ini mampu engkau bawa sehingga mereka berkasih sayang, bahkan mesra, rindu merindui, anak-anak hormat pd ortu, seisi keluarga sangat menjaga hablumminallah wa hablumminannas..maka itu adalah keadilan yang kamu telah mampu beri pada mereka.
Camkan, renungkan, jadikan tindakan wahai anak2ku…

Demikian fatwa yg kufahami dr mursyidku.

About the Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *